Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA , Angela Merkel, Senin (8/11/2021) kepada Deutsche Welle, DW menuturkan, Jerman tidak mampu menciptakan sebuah pemerintahan politik, dan perdamaian permanen di Afghanistan sehingga warga negara ini terutama perempuan dan remaja putri bisa mendapatkan haknya.
Menurutnya kondisi Afghanistan sekarang sungguh memprihatinkan, dan Kanselir Jerman menyesalkan ketidakmampuan Berlin mewujudkan perdamaian di negara itu.
"Kami sangat sedih menyaksikan kenyataan bahwa tidak mudah mendirikan sebuah pemerintahan politik dan perdamaian permanen di Afghanistan. Meski punya niat baik, Jerman tidak bisa menciptakan sebuah pemerintahan yang diinginkannya di Afghanistan," imbuhnya.
Realitasnya, selama 20 tahun terakhir, Jerman mengirim ribuan tentara ke Afghanistan, dan memainkan peran penting dalam perang di negara itu. (HS)
342/